“Bapak dosen di IAIN ya? Sudah berapa kali Bapak tamat membaca terjemah al-Qur’an?” Aku terhenyak. “Belum pernah, Pak!”, jawabku jujur. “Bacalah Pak, isinya luar biasa! Saya sudah beberapa kali tamat membacanya”, kata Bapak itu. “Kalau tidak baca terjemah, seperti saya yang tidak mengerti Bahasa Arab ini, bagaimana bisa mengamalkan isinya”, sambungnya.

Peristiwanya sudah sekitar sepuluh tahun lalu. Bapak itu asisten seorang dokter. Tugasnya mengatur antrian dan mencatat administrasi pasien. Wajahnya teduh, usia sekitar 55 tahun. Di sela-sela pekerjaannya itulah, ia membaca terjemah al-Qur’an yang selalu ada di mejanya. Bukan cuma dibaca, ia juga memberi catatan-catatan penting. Karenanya, margin pada halaman-halaman terjemah al-Qur’an itu penuh tulisan tangannya. Ada kategori, ada semacam munasabah, dan sebagainya.

Khatam membaca, memang sudah. Tetapi khatam membaca arti yang dibaca, sudahkah? Sungguh terlalu sombong rasanya diri ini mengaku “orang agama”, padahal membaca terjemah Kitab Sucinya saja belum pernah khatam. Barangkali –semoga saja tidak- ada di antara kita yang, maaf, sudah menganggap paling tahu agama, paling mengerti al-Qur’an. Pintar menarasikan pesan-pesan al-Qur’an. Lidah fasih menyebut term-term “ilmiah” dan “kontemporer” tentang al-Qur’an. Rajin mengajak “reinterpretasi” makna al-Qur’an. Membuat decak kagum karena njlimet menerangkan kajian-kajian orientalis tentang al-Qur’an. Mulai dari Die Richtungen der islamischen Koranauslegung-nya Ignaz Goldziher hingga Qur’anic Studies Source and Methods of Scriptural Interpretation-nya John Wansbrough. Atau barangkali sudah merasa ahli al-Qur’an karena mahir melagukan dari Bayyati hingga Jiharka. Tetapi, apakah kita sudah pernah “membaca” dengan mengerti apa yang kita baca itu? Bahkan –semoga saja tidak, berani mengkritiknya tanpa pernah tuntas membacanya?

Jika sudah, syukurlah. Tetapi jika belum, ada baiknya mulailah. Agar pedoman dari langit itu bisa paham isinya. Meski, sangat berat merutinkannya, dan amat banyak godaannya. Tak percaya? Cobalah…!

Faisal, M.Ag (Dosen Prodi Studi Agama-Agama)

By admin1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *